Jangan lecehkan wartawan

Pringsewu, bidiklampung.com – Merasa dilecehkan, dikantor Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu membuat wartawan media online, mengamuk.

Terdengar suara gaduh didalam ruangan tersebut, wartawan salah satu media siber itu sedang adu mulut dengan petugas Satpol PP, Khadafi yang bertugas sebagai penerima tamu.

“Saya merasa profesi saya sebagai wartawan UKW dilecehkan, sudah beberapa kali saya datang kekantor ini (dinas PUPR-red) untuk konfirmasi dan klarifikasi terkait pemeliharaan bendungan Way Gatel. Tapi, petugas satpol PP itu selalu bilang, pak Yudi sedang keluar,” tegas Musfiran, kepala perwakilan media tersebut.

“Saya kan, datang kesini untuk minta klarifikasi kepada Kepala Bidang Perairan, pak Yudi. Saya pake kode etik, loh mas,” terangnya.

Menurutnya, ia datang ngisi buku tamu dulu, disuruh menunggu, dengan sabar ia pun menunggu.

“Nah, terakhir saya datang, kata petugas satpol PP pak Yudi sedang Musrenbang. Sayapun menunggu hampir 2 jam. Nggak sabar, saya tanya lagi, eh, ternyata pak Yudi sudah keluar kantor,” jelas Musfiran.

“Pak Yudi sudah keluar pak,”kata Musfiran, menirukan perkataan satpol PP tersebut.

Tentu saja perlakuan seperti itu membuatnya hilang kesabaran. Dia merasa petugas satpol PP tersebut sudah melecehkan profesinya sebagai wartawan yang kompeten.

Menurut Musfiran, sikap Kabid Yudi tersebut tidak gentleman. Seharusnya, selaku pejabat dia tahu aturan. Kalau ada wartawan mau konfirmasi, ya, dilayani saja lah. Selagi wartawan tersebut menggunakan kode etik,” ujarnya kesal.

“Saya, kan sudah kroscek dulu ke lokasi proyek rehabilitasi bendungan way gatel. Dan, ada kejanggalan dalam pengerjaannya, makanya, saya harus konfirmasi dulu kepada nara sumber. Agar pemberitaannya berimbang dan tidak tendensius,” tutup (*/Mus).

BACA :  Jelang Hut Tni Ke – 76, Danrem 043 / Gatam Gowes Bersama Dan Bhakti Sosial Bagikan Paket Sembako

admin

Owner PT JAPUNG MEDIA JAYA

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *