Bandarlampung, bidiklampung.com – Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Elektronik Elektrik Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPEE FSPMI) PT. Duma Karya Burian (DKB) Bandar Lampung kembali melanjutkan mogok kerja, Jumat (10/9/2021).

Hal ini dilakukan akibat tuntutan peraturan perusahaan yang tidak diberikan oleh PT DKB Bandar lampung.

Aksi mogok kerja yang dimulai sejak Kamis tanggal 9 November 2021 kemarin dan rencana akan berakhir sampai dengan 30 November 2021.

Dan PUK SPEE FSPMI PT. DKB beserta anggota akan terus melakukan aksi mogok sampai tuntutan mereka dikabulkan oleh perusahaan.

Disisi lain Erick selaku ketua beserta Pengurus Pimpinan Cabang SPEE FSPMI Lampung melakukan pengaduan dan audiensi ke kantor BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung di Jl. ZA Pagar Alam no. 35 Raja Basa Bandar Lampung.

Hal ini terkait fasilitas BPJS kesehatan para pekerja yang diputus oleh PT. DKB.

“Padahal belum ada penetapan dari lembaga PPHI” kata Erick yang menduga PT. DKB melampirkan dokumen yang tidak falid dalam memutus BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan 13 pengurus dan anggota serikat pekerja yang diPHK sepihak.

Pihak BPJS berjanji akan melaporkan ke pimpinan mereka dan segera menindak lanjuti melalui team kepatuhan. Yang terpenting fasilitas BPJS bisa aktif kembali setelah melakukan klarifikasi ke PT. DKB.

Selepas dari kantor BPJS Pengurus PC SPEE FSPMI Lampung bergabung dengan pekerja yang sedang melakukan aksi mogok kerja.

Aksi ini diwarnai dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Pekerjakan Kembali 13 Pengurus Dan Anggota Serikat Yang Ter PHK, Stop Union Busting” serta tuntutan bertuliskan “Bayarkan BPJS Kesehatan Dan Ketenagakerjaan” yang akan dilakukan setiap hari di depan kantor PLN UID Lampung sampai tuntutan terpenuhi. (*/Red)

admin

Owner PT JAPUNG MEDIA JAYA

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *