Bandarlampung, bidiklampung.com – Ketua Majelis Hakim Hendri, S.H., telah membacakan keputusan Pengadilan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari kamis,tgl 10/09/2021 secara virtual atas perkara pembunuhan yang dilakukan oleh HERI SUSANTO DKK selaku Anak Buah Kapal (ABK) KM. Barokah Laut-01 terhadap korban CASWITA selaku Nahkoda KM.

Dalam keterangan Persnya bernomor PR-43/L.8.3/Kph.3/09/2021 Kasi Penkum Andrie W Setiawan SH,SSos,MH, menyampaikan bahwa Barokah Laut-0, diputus dan terbukti secara sah menyakinkan melanggar pasal 340 KUHP dan dijatuhi pidana penjara selama 17 Tahun.

Dalam Putusan Putusan Majelis Hakim tersebut terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum menerima.(17/09)

Kronologisnya, perkara ini berawal ketika korban sedang gosok gigi disamping sebelah kiri KM. Barokah Laut-01, lalu terdakwa HERI SUSANTO yang telah membawa kunci pipa langsung menghampiri dan memukul korban dari arah belakang sebanyak 5 (lima) kali yang mengenai leher bagian belakang dan kepala bagian atas sehingga korban terjatuh dilantai kapal.

“Kemudian datang terdakwa AHMAD BAIDOWI langsung memukul korban dengan menggunakan kaleng tempat cumi sebanyak 4 (kali) mengenai muka bagian depan dan pundak sebelah kanan. Ketika korban berusaha untuk duduk, lalu datang terdakwa IDWAN ADHAKI memukul korban dengan menggunakan kaleng cumi sebanyak 3 (tiga) kali dan menggunakan linggis sebanyak 1 (satu) kali mengenai pinggang bagian belakang korban sehingga korban CASWITA tergeletak dilantai kapal dengan posisi badan miring kekiri menghadap ke laut,” jelas Andrie W Setiawan.

Selanjutnya, terdakwa Heri Susanto dkk menuju ketempat korban Caswita yang sudah tergeletak dilantai kapal  mengikat kedua tangan dan kedua kaki sampai ke leher korban Caswita tanpa terputus dengan posisi tangan korban Caswita terikat kebelakang menggunakan tali parasid (tali tambang sedang).

“Kemudian, terdakwa Heri Susanto mengikatkan kaki korban Caswita dengan bandul potong besi yang ada didalam karung dan tubuh korban langsung didorong oleh terdakwa kelaut bersamaan dengan karung bandul besi yang terikat di kaki korban sehingga korban langsung tenggelam dilaut,” ungkap Kasie. Penkum.

BACA :  Wakapolda Lampung pimpin Upacara Operasi Patuh Krakatau 2021

Kapal KM. Barokah Laut-01 yang dibawa oleh terdakwa Anang Suyanto menuju pesisir laut Seputih Tulang Bawang Lampung dengan maksud dan tujuan untuk turun dan meninggalkan kapal KM. Barokah Laut-01 setelah cumi dan ikan hasil tangkapan kapal KM. Barokah Laut-01 telah terjual.

Penyebab terdakwa melakukan hal tersebut dikarenakan adanya sakit hati kepada korban yang berakitan dengan pekerjaannya, dan sampai saat ini Jenazah korban tidak ditemukan.

“Meskipun Jenazah korban tidak ditemukan, namun dengan didukung alat bukti berupa keterangan saksi- saksi, Ahli, Surat, Petunjuk dan pengakuan para terdakwa, Jaksa Penuntut Umum dan Majelis Hakim berkeyakinan telah terjadi perbuatan pembunuhan berencana yang dilakukan oleh para terdakwa,” tutup Kasi Penkum.(SHW)

admin

Owner PT JAPUNG MEDIA JAYA

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *