Bandarlampung, bidiklampung.com – Ketua Komisi Kejaksaan RI Dr. Barita Simanjuntak, S.H., M.H., CFrA. memberikan pengarahan pada Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Pengawasan Kejaksaan RI Tahun 2021pada Hari Selasa 05-Oktober-2021 bertempat di Aula Gedung Pengawasan Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Kapuspenkum Kejagung RI,Leonard Eben Ezer Simanjuntak,SH,MH dalam keterangan Pers nomor; PR – 774/017/K.3/Kph.3/10/2021, menyampaikan,” diawal
arahannya, Ketua Komisi Kejaksaan RI menyampaikan,” bahwa peran Komisi Kejaksaan RI terhadap Penilaian Kinerja Kejaksaan RI yakni Komisi Kejaksaan RI yang kerap kali dijadikan sumber informasi oleh Kementerian/Lembaga dalam rangka penilaian kinerja lembaga Kejaksaan, sehingga Komisi Kejaksaan RI memerlukan kerja sama dan dukungan sumber informasi dari jajaran pengawasan agar penilaian terhadap institusi Kejaksaan dapat berjalan dengan baik.(05/10)

“Selanjutnya, Sinergi Komisi Kejaksaan RI dan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan terkait Institusi Penegak Hukum (IPH), yaitu:
Dalam rangka penyusunan indeks pembangunan hukum Tahun 2021, Bappenas meminta data dan informasi dari Komisi Kejaksaan RI terkait jumlah persentase rekomendasi atas laporan pengaduan yang ditindaklanjuti oleh Kejaksaan sebagai variabel penilaian;

Selanjutnya, Komisi Kejaksaan RI melakukan koordinasi dengan jajaran Jaksa Agung Muda Pengawasan untuk memastikan kembali rekomendasi yang ditindaklanjuti.

‘Kemudian,Jaksa Agung Muda Pengawasan memerintahkan jajarannya untuk segera menindaklanjuti laporan pengaduan yang belum ditindaklanjuti tersebut.

“Berkat kerja sama dan sinergi yang baik, presentasi rekomendasi laporan pengaduan yang ditindaklanjuti oleh Kejaksaan meningkat dari 36 % (tahun 2020) menjadi 89,6% (saat ini), dan telah disampaikan kepada Bappenas.

Ketua Komisi Kejaksaan RI Dr.Barita Simanjuntak,SH,MH,CFrA menyampaikan,” ada tiga hal yang harus dilakukan oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan guna meningkatkan kinerja di bidang pengawasan, yaitu:

Integrasi laporan pengaduan secara elektronik

Perlu ada integrasi sistem aplikasi elektronik terkait penanganan laporan pengaduan masyarakat yang dimiliki oleh Komisi Kejaksaan dengan Kejaksaan;

“Hal ini bertujuan untuk mempercepat penanganan dan pemantauan lapdu, serta sebagai implementasi program pemerintah tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik sesuai amanat Perpres Nomor 95 Tahun 2018.

Pengawasan yang berstandar internasional
Pengawasan harus go to the next level dengan membangun mekanisme pengawasan, pemeriksaan dan penjatuhan hukuman disiplin yang berstandar internasional.

Jajaran pengawasan perlu mencoba menerapkan ISO 9001: 2008, yakni suatu standar internasional untuk sistem manajemen mutu yang menetapkan persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan penilaian dari suatu sistem manajemen mutu.

BACA :  Tinjau Venue PON di Mimika, Kapolri Pastikan Pengamanan dan Prokes

Implementasi ISO 9001: 2008 dalam business process Bidang Pengawasan sangat penting, dalam rangka menjadikan Bidang Pengawasan sebagai Role Model dan agent of change dalam mewujudkan Kejaksaan yang profesional, berintegritas dan berwibawa.

Pengawasan yang berhati nurani
Jaksa Agung telah mewajibkan jajarannya untuk senantiasa mengedepankan hati nurani.

Hati nurani ini harus dimaknai tidak hanya dalam konteks penegakan hukum, melainkan termasuk dalam penegakan disiplin terhadap aparatur Kejaksaan.

Pelaksanaan tugas pokok dan kewenangan Kejaksaan di semua bidang termasuk pengawasan pun harus menjadikan hati nurani sebagai dasar pengambilan keputusan.

Hati nurani ini tentu harus dibuat dalam bentuk standar dan parameter yang jelas guna menghindari disparitas dalam penjatuhan hukuman disiplin terhadap aparatur Kejaksaan.

‘Mengakhiri pemaparannya, Ketua Komisi Kejaksaan RI menyampaikan,” ada empat hal yang perlu dilakukan guna memperkuat Kejaksaan dengan bidang pengawasan, yaitu:
(01) Pengawasan adalah ujung tombak institusi Kejaksaan;

(02) Pengawasan harus di isi oleh orang-orang yang profesional dan berintegritas;

(03) Aparatur pengawasan harus mampu memberikan bimbingan, arahan dan teladan bagi aparat di bidang lain;

(04) Sebagai pengawas eksternal, Komisi Kejaksaan RI sangat terbuka untuk membangun komunikasi dan sinergitas dengan Bidang Pengawasan untuk bekerja sama mewujudkan kejaksaan yang bersih, profesional dan berwibawa.
(SHW)

admin

Owner PT JAPUNG MEDIA JAYA

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *