Bandarlampung, bidiklampung.com – Jaksa Agung RI Burhanuddin melakukan kunjungan kerja sehari di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Banten pada hari Senin dengan didampingi oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Reda Manthovani, Kepala Pusat Penerangan Hukum Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Asisten Umum Jaksa Agung Kuntadi, dan Asisten Khusus Jaksa Agung Hendro Dewanto.(27/12/2021)

Dalam penyampaiannya Kapuspenkum Kejagung RI,Leonard Eben Ezer Simanjuntak,SH,MH,dalam keterangan Pers Nomor;PR-1087/091/K.3/kph.3/12/2021.

Dalam kunjungan kerjanya di wilayah Kejaksaan Tinggi Banten, Jaksa Agung terlebih dahulu mengunjungi Kejaksaan Negeri Pandeglang serta Kejaksaan Negeri Serang.

“Kunjungan kerja kali ini terasa istimewa, karena akhirnya Jaksa Agung langsung bertatap muka, bersilaturahmi, meskipun masih dalam situasi pandemi. Oleh karenanya saya kembali mengingatkan seluruh warga Adhyaksa untuk tetap menjaga protokol kesehatan, dan tetap waspada terhadap Covid-19 yang terus bermutasi, hinggi kini virus Omicron mulai mengintai,” ujar Jaksa Agung.

Adapun tujuan dari kunjungan kerja ini adalah untuk memastikan kesiapan Kejaksaan Tinggi Banten dan jajaran di masa pasca Natal terlebih letak geografis Provinsi Banten yang sangat strategis merupakan pintu masuk internasional, dan penghubung masyarakat antar pulau.

Maka keberhasilan mengantisipasi dan mengendalikan Covid-19 maupun virus Omicron harus menjadi fokus warga Adhyaksa di lingkungan Kejati Banten serta Kejaksaan Tinggi Banten dan Kejaksaan Negeri se-Banten diharapkan untuk tetap dapat bekerja serta melayani masyarakat pasca Natal 2021 dan menyosong tahun 2022.

Dalam kunjungannya di Kejaksaan Negeri Pandeglang, Kejaksaan Negeri Serang dan Kejaksaan Tinggi Banten, Jaksa Agung memasuki setiap ruangan dan melakukan tanya jawab terkait kinerja masing-masing bidang serta dengan penuh kekeluargaan menyapa para pegawai.

Di Kantor Kejaksaan Tinggi Banten, Jaksa Agung memberikan pengarahan di Aula Kantor Kejaksaan Tinggi Banten yang diikuti oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, para Asisten, Kabag Tata Usaha serta Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Banten dan para Kepala Kejaksaan Negeri di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Banten, serta secara virtual diikuti oleh para pegawai Kejaksaan Negeri se Kejaksaan Tinggi Banten.

BACA :  Jampidsus Kejagung RI Periksa 1 Orang Saksi Terkait Tipikor Pembelian Gas Bumi Sumatra Selatan

Mengawali arahannya, Jaksa Agung atas nama pribadi dan selaku pimpinan insititusi dalam kesempatan tersebut juga mengucapkan Selamat Hari Natal dan bagi warga Adhyaksa di lingkungan Kejati Banten yang merayakan, selain itu juga ingin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh insan Adhyaksa di lingkungan Kejati Banten, yang telah bekerja dengan penuh integritas dan dedikasi tinggi untuk memberikan yang terbaik bagi institusi.

Jaksa Agung pada pengarahannya menegaskan beberapa arahan umum yang harus di cermati dan laksanakan untuk optimalisasi kinerja kepada seluruh pegawai.

Terkait Integritas dan Profesionalitas, Jaksa Agung menyampaikan betapa pentingnya integritas dan profesionalitas bagi setiap insan Adhyaksa, baik ketika menjalankan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari. Karena kiprah Satgas 53 yang baru saja menangkap oknum Jaksa di lingkungan Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur menunjukan masih ada pegawai yang gagal melaksanakan arahan saya, ujar Jaksa Agung.

Integritas adalah wujud dari keutuhan prinsip moral dan etika, dengan menjaga moral dan etika dalam setiap langkah kita, maka marwah kejaksaan akan terjaga, dan kepercayaan publik akan meningkat dengan sendirinya.

Begitu juga dengan profesionalitas, merupakan sikap yang mutlak harus dimiliki oleh seorang adhyaksa sebagai wujud kecakapan pelaksanaan tugas sebaik-baiknya, dan sesuai dengan aturan yang ada, ujar Jaksa Agung.

Selanjutnya Jaksa Agung menekankan kepada para pegawai agar memahami, dengan mematri kedua hal tersebut di dalam sanubari, dan selalu mensyukuri rezeki yang yang ada, maka saudara akan terhindar dari perbuatan tercela, dan mampu menjaga martabat pribadi, serta kewibawaan institusi.

“Mari kita bersama-sama mulai menata kualitas integritas dan profesionalitas dengan meningkatkan pengawasan melekat hingga 2 (dua) tingkat ke atas.

BACA :  3 Bidang Tanah dan Bangunan Milik Tersangka di Propinsi DIY Disita Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Agung

Semua unsur pimpinan di setiap satuan kerja mulai dari Kajati hingga pejabat Esselon V harus dapat memberikan keteladanan kepada anggota, baik berupa sikap perilaku maupun etika profesi, menerapkan pola hidup sederhana, Serta saling mengingatkan agar tidak ada lagi saudara maupun kolega kita yang harus menjalani konsekuensi hukuman atas sikap tidak terpuji yang dilakukan,” ujar Jaksa Agung.

Terkait Etika Media Sosial dan Pola Hidup Sederhana, Jaksa Agung kembali menyampaikan bahwa kita adalah abdi negara, abdi masyarakat.

Pelaksanaan tugas yang penuh etika dan sopan santun, justru akan membuat masyarakat segan dan menghargai kita.

Dan selalu ingat, di atas ilmu ada adab yang harus diperhatikan, khususnya dalam menggunakan media sosial.

“Sedangkan media sosial merupakan sarana yang paling mudah untuk mencari informasi diri kita maupun kehidupan pribadi kita, sehingga rentan dimanfaatkan oleh pihak yang berseberangan untuk mem-framing atau membuat opini miring tentang diri pribadi, maupun institusi kita,” ujar Jaksa Agung.

Oleh karenanya Jaksa Agung tekankan seluruh pegawai wajib memperhatikan etika, adab, dan sopan santun dalam menggunakan media sosial sebagaimana saya tuangkan dalam Surat Nomor: R-41/A/SUJA/09/2021.

Pastikan setiap unggahan tidak mengandung hal-hal yang bersifat SARA, radikalisme, kebohongan, berita palsu, menyerang pribadi orang lain, atau bertentangan dengan kebijakan institusi dan pemerintah.

“Saya ingatkan juga untuk tidak memamerkan kemewahan atau gaya hidup hedonisme dalam kehidupan sehari-hari dan di media sosial. Kita sebagai abdi negara sepatutnya menjadi role model, menjadi contoh yang baik bagi masyarakat,” ujar Jaksa Agung.

Terkait Loyalitas dan Soliditas, Jaksa Agung menegaskan pentingnya loyalitas dalam diri saudara, yaitu spirit untuk tetap menjaga kesetiaan yang positif kepada institusi, dengan prinsip dasar bahwa loyalitas tertinggi harus didedikasikan pada hal-hal yang diyakini sebagai kebenaran.

BACA :  Kejati DKI Jakarta mulai melakukan Penyelidikan Terkait Kasus Tanah yang memenuhi kualifikasi Tindak Pidana Korupsi

Loyalitas setiap insan Adhyaksa sangat berpengaruh dalam mewujudkan visi dan misi institusi, karena jika loyalitas tertanam kuat dalam diri setiap insan, maka terjadi satu kesatuan sikap positif di dalam institusi.

“Sehingga apabila suatu organisasi telah melenceng dari garis yang ditetapkan, maka besar kemungkinan loyalitas para anggotanya telah terkikis. Karena sejatinya tidak akan mungkin pegawai yang mencintai institusi akan membiarkan roda organisasi bergerak ke arah yang berlawanan,” ujar Jaksa Agung.

Begitu juga dengan pentingnya sikap soliditas. Jaksa Agung mengajak seluruh jajaran bersama-sama merapatkan barisan untuk menjawab tantangan ke depan yang semakin berat, karena soliditas merupakan modal penting bagi kita dalam melangkah, agar tercipta kesamaan arah dan tujuan yang akan dicapai.

“Saya yakin ketika kita berangkulan bahu-membahu, tidak ada yang tidak mungkin untuk kita raih. Dan kehadiran Kejaksaan sebagai wajah penegakan hukum yang bulat akan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Jaksa Agung.

Pelaksanaan kunjungan kerja dilakukan dengan menerapkan secara ketat protokol kesehatan, dan sebelumnya telah dilakukan swab antigen serta memperhatikan 3 M. (K.3.3.1)
(SHW)

admin

Owner PT JAPUNG MEDIA JAYA

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.